Skip to main content

MENITI JEMBATAN SETAN GUNUNG MERBABU

Jembatan Setan, adalah kawasan berjurang, berupa bukit dengan jalan setapak selebar 1-1.5 meter dengan sebelah kanan dan kiri jurang. Contoh adalah di Gunung Merbabu.Pendaki gunung harus melewati wilayah ini jika ingin mencapai puncak Merbabu. Jalur pendakian ini hanya dijumpai apabila pendaki melalui jalur Wekas, Ngablak, dan Kopeng setelah melewati Pos Pemancar dan Helipad (biasa di sebut dengan Puncak Gerbang angin.karena angin langsung menerpa baik dari arah timur atau barat) yang kemudian menghubungkan persimpangan (batu sadel) antara puncak Kenteng Syarif (Gunung Pregodalem) dan puncak Kenteng Songo. Sedangkan pendaki dari jalur Selo tidak melalui jembatan setan karena langsung menuju puncak Kenteng Songo. Untuk melewati harus ekstra hati-hati.apalagi dalam keadaan berkabut, hujan, atau ketika malam hari.








Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MEDINI (sepenggal surga yang tercecer di tanah Kendal)

Bagi sebagian besar pendaki gunung di daerah Semarang, ungaran dan Kendal, pasti tidak asing lagi dengan perkebunan teh Medini yang merupakan salah satu jalur pendakian ke gunung ungaran.  hamparan kebun teh luas yang menghijau dan segarnya udara pegunungan, sering kali menjadi daya tarik dan "klangenan" tersendiri bagi para pendaki. tidak mudah untuk mencapai lokasi, tapi cukup sebanding dengan apa yang akan kita dapatkan.  

Goenoeng Lawoe (tempo dulu)

Goenoeng Lawoe atau gunung Lawu ejaan sekarang menurut EYD adalah gunung di wilayah dua propinsi, yakni propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Seperti yang kita tahu, gunung ada sejak jaman kita manusia sekarang belum lahir, begitu juga Lawu ada sejak tempo doeloe dan telah banyak mengalami perubahan. Ini untuk mengenang Lawu saat silam, dan tempat - tempat yang akrab bagi pendaki Lawu masa sekarang dan masa lalu.

ANAK KRAKATAU

Kebangkitan roh Krakatau itu awalnya dilihat oleh sekelompok nelayan pada suatu sore, 29 Juni 1927. "Dengan suara bergemuruh, gelembung-gelembung gas yang sangat besar mendadak menyembul ke permukaan laut," tulis Simon Winchester (2003), menggambarkan kemunculan gunung baru dari bekas kaldera Krakatau, "Gelembung-gelembung itu meledak menjadi awan-awan yang menyemburkan abu dan gas belerang yang berbau busuk."