Skip to main content

DAN JOKOWI pun TERNYATA SEORANG PENDAKI GUNUNG

Siapa tidak mengenal Joko Widodo (jokowi). sosok seorang Gubernur yang eksentrik. Jokowi yang sederhana, Jokowi yang apa adanya, Jokowi yang pintar, tenang dan selalu berpikir positif membuat banyak orang kagum pada sisi humanis dari seorang Jokowi. Sosok apa adanya itu yang membuat siapapun merasa dekat pada Jokowi. Siapa pun orangnya kalau bertemu dengan Jokowi mempunyai keinginan besar menyapa dan bersalaman dengannya. Tidak ada keraguan bagi setiap orang untuk maju menyalami Jokowi karena Jokowi pasti bersedia diajak bersalaman. Jokowi adalah pejabat yang selalu menampilkan sisi humanisnya. 

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menerima hadiah berkesan dari yuniornya di organisasi pecinta alam, Mapala Silvagama Fakultas Kehutanan UGM. Hadiah itu dia terima ketika Jokowi menyambangi kampus almamaternya pada Sabtu, 26 Oktober 2013.

Seusai menjadi pembicara dalam seminar dan dialog bertema "Hutan untuk Kemakmuran Rakyat" di Balairung Gedung Pusat UGM, Jokowi menerima hadiah berupa foto kenangan saat dia mendaki Gunung Kerinci. 

Jokowi mengatakan, foto itu diambil saat dia bersama 16 rekannya di Mapala Silvagama mendaki Gunung Kerinci pada 1983. Alumnus Fakultas Kehutanan tahun 1985 itu sempat diinterupsi teman-temannya karena salah menyebut jumlah rombongan pendaki sebanyak 18 orang. "Kurang dua saja diprotes," kata Jokowi.

Menurut dia, rombongan pendaki belia itu berangkat menuju Gunung Kerinci dari Yogyakarta dengan menumpang bus. Bekal uang yang dibawa saat itu hampir tak cukup. "Untungnya sampai juga di Kerinci," kata Jokowi.

Dalam ingatan Jokowi, hampir semua anggota rombongan pendaki Mapala Silvagama saat itu bertubuh gempal, kecuali dia. Namun, Jokowi melanjutkan, tubuhnya yang kerempeng saat masih kuliah tidak mengurangi kepiawaiannya mendaki gunung. "Saya tetap yang pertama sampai di puncak Kerinci," ujar dia.

Selain memberikan hadiah foto Jokowi saat mendaki Gunung Kerinci, aktivis Mapala Silvagama juga memberikan seragam resmi organisasi pecinta alam itu kepada Jokowi. Mereka meminta Jokowi segera mengenakan seragam dengan bet nama Jokowi dan nomor anggota 0216 tersebut di tempat. "Bajunya agak kekecilan, tapi foto ini mengesankan. Saya sudah lama cari, tapi tidak berhasil menemukan yang ini," ujar Jokowi.

Comments

Popular posts from this blog

MEDINI (sepenggal surga yang tercecer di tanah Kendal)

Bagi sebagian besar pendaki gunung di daerah Semarang, ungaran dan Kendal, pasti tidak asing lagi dengan perkebunan teh Medini yang merupakan salah satu jalur pendakian ke gunung ungaran.  hamparan kebun teh luas yang menghijau dan segarnya udara pegunungan, sering kali menjadi daya tarik dan "klangenan" tersendiri bagi para pendaki. tidak mudah untuk mencapai lokasi, tapi cukup sebanding dengan apa yang akan kita dapatkan.  

Goenoeng Lawoe (tempo dulu)

Goenoeng Lawoe atau gunung Lawu ejaan sekarang menurut EYD adalah gunung di wilayah dua propinsi, yakni propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Seperti yang kita tahu, gunung ada sejak jaman kita manusia sekarang belum lahir, begitu juga Lawu ada sejak tempo doeloe dan telah banyak mengalami perubahan. Ini untuk mengenang Lawu saat silam, dan tempat - tempat yang akrab bagi pendaki Lawu masa sekarang dan masa lalu.

ANAK KRAKATAU

Kebangkitan roh Krakatau itu awalnya dilihat oleh sekelompok nelayan pada suatu sore, 29 Juni 1927. "Dengan suara bergemuruh, gelembung-gelembung gas yang sangat besar mendadak menyembul ke permukaan laut," tulis Simon Winchester (2003), menggambarkan kemunculan gunung baru dari bekas kaldera Krakatau, "Gelembung-gelembung itu meledak menjadi awan-awan yang menyemburkan abu dan gas belerang yang berbau busuk."