Skip to main content

PORTALEDGES (tempat tidurnya para pendaki di atas tebing)


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3keta8RfR5jFZPAjlv_ij8SZyBsCcAUqrV7yOeH1PRNJDGiCHacplR_SFokCPVpLAJ7oZv1b1rVu4JXM5HjLQ17Sn-tOpPDCJ0Dj2R9bYZXgTTC9lvDNCkKQztv8pNO_uQxanb_nm7yk/s1600/228134,xcitefun-how-climbers-spend-night-on-the-cliff-7.jpg

Dahulu para pendaki gunung mencari tempat bebatuan yang nyaman untuk menggantikan tempat tidur,tapi sekarang mereka menggunakan tenda gantung yang di namakan  portaledges.alat ini di rancang khusus untuk para pendaki gunung yang menghabiskan hari dan malam di atas tebing-tebing yang terjal.

 

Berikut foto-foto para pendaki yang menggunakan tenda portaledges...:

















































sumber

Comments

Popular posts from this blog

MEDINI (sepenggal surga yang tercecer di tanah Kendal)

Bagi sebagian besar pendaki gunung di daerah Semarang, ungaran dan Kendal, pasti tidak asing lagi dengan perkebunan teh Medini yang merupakan salah satu jalur pendakian ke gunung ungaran.  hamparan kebun teh luas yang menghijau dan segarnya udara pegunungan, sering kali menjadi daya tarik dan "klangenan" tersendiri bagi para pendaki. tidak mudah untuk mencapai lokasi, tapi cukup sebanding dengan apa yang akan kita dapatkan.  

Goenoeng Lawoe (tempo dulu)

Goenoeng Lawoe atau gunung Lawu ejaan sekarang menurut EYD adalah gunung di wilayah dua propinsi, yakni propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Seperti yang kita tahu, gunung ada sejak jaman kita manusia sekarang belum lahir, begitu juga Lawu ada sejak tempo doeloe dan telah banyak mengalami perubahan. Ini untuk mengenang Lawu saat silam, dan tempat - tempat yang akrab bagi pendaki Lawu masa sekarang dan masa lalu.

ANAK KRAKATAU

Kebangkitan roh Krakatau itu awalnya dilihat oleh sekelompok nelayan pada suatu sore, 29 Juni 1927. "Dengan suara bergemuruh, gelembung-gelembung gas yang sangat besar mendadak menyembul ke permukaan laut," tulis Simon Winchester (2003), menggambarkan kemunculan gunung baru dari bekas kaldera Krakatau, "Gelembung-gelembung itu meledak menjadi awan-awan yang menyemburkan abu dan gas belerang yang berbau busuk."