Skip to main content

mendaki gunung bersama .....................


Mendaki gunung memiliki kesan dan kenangan yang berbeda. Menurut saya inilah jenis pendakian dengan tingkat kenanganya, dimulai dari yang paling tidak menyenangkan sampai tidak menyenangkan.

menurut anda, jenis pendakian seperti apa yang paling anda sukai??

cekidoTTTTTTT >>>>>>>> 

- Mendaki Bersama Orang Tidak Dikenal

Pendakian seperti ini sangat tidak disarankan namun dilihat dari tingkat bahayanya, sedikit lebih baik dibandingkan mendaki sendiri. Setidaknya kita memiliki rekan yang bisa membantu kita saat kita dalam kesulitan atau bahaya. Dilihat dari kesenangannya mendaki seperti ini sangat tidak enak karena kita harus menyesuaikan diri dengan orang yang tidak dikenal. Menurut saya mendaki seperti ini sangat tidak disarankan. Pendakian seperti ini menurut saya memiliki tingkat kesenangan yang sangat kurang atau paling tidak menyenangkan.

- Mendaki Individual

Mendaki sendiri memiliki kesenangan sendiri dan tingkat bahaya paling tinggi. Kesenangan mendaki sendiri adalah kita bebas menentukan jalur, tujuan, dan kegiatan apa saja yang akan kita lakukan tanpa harus memikirkan orang lain dan menyesuaikan diri dengan orang lain. Saya sendiri belum pernah melakukan pendakian ini namun sepertinya menantang dan patut dicoba. Tingkat kesenangannya kurang karena saat kita lelah tidak ada yang membantu kita.

- Mendaki Massal

Pendakian seperti ini biasanya dilakukan pada momen-momen tertentu seperti peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Pendakian seperti ini memiliki kesenangan sendiri karena kita bisa berbaur dengan orang-orang lain sesama pendaki yang mungkin belum kita kenal, kita bisa menemukan hal-hal baru dan momen-momen yang tidak terduga, mendapatkan teman baru dan komunitas baru sambil melakukan kegiatan secara bersama-sama. Well… tingkat kesenangannya lebih baik dibandingkan mendaki sendiri.

- Mendaki Bersama Teman

Mendaki bersama teman menyenangkan. Kita bisa saling membantu dan kerja sama selama pendakian. Lebih menyenangkan dibandingkan harus mendaki sendiri atau bersama orang tak dikenal. Banyak hal dapat kita lakukan secara bersama-sama. Pendakian lebih mudah diakukan karena dapat saling membantu dan mendukung. Saya pernah merasakannya mendaki Gunung Salak, Gunung Gede, dan Gunung Rinjani. Pengalaman paling berharga adalah saat teman-teman mendukung dan membantu menyemangati saya menaklukkan Rinjani, alhamdulillah, thanks guys! Cobalah mendaki bersama teman, pendakian seperti inilah yang paling mungkin kita lakukan.

- Medaki Bersama Pacar

Well… menurut saya ini yang paling menyenangkan. Melakukan pendakian, melewati tempat-tempat indah bersama, saling berbagi dan dapat tertawa, tersenyum, berbagi kesenangan dan kelelahan bersama selama pendakian. Mendaki bersama pacar sebagai orang yang sangat kita sayangi dan cintai menurut saya sangat menyenangkan. “What could be more happy than this ?” Itulah yang terngiang selama pendakian saya dahulu bersama pacar saya. Kalian harus mencobanya.Apalagi jika kita bisa mencapai puncak pendakian kita, wah… tidak tergambarkan rasanya. Kita dapat berbagi kesenangan yang positif selama pendakian bersama pacar. Bagi saya, kelelahan selama pendakian dapat sedikit berkurang dengan melihat wajahnya yang juga lelah. Akan timbul dari dalam diri kita keinginan untuk meringankan bebannya ditambah lagi kita juga mendapatkan perhatian dari pacar kita yang tentu saja khawatir keadaan kita yang lelah juga. Pendakian yang sangat menyenangkan!!! Saya pernah melakukan pendakian ini bersama pacar saya dahulu dan itu sangat menyenangkan. Walaupun hanya mendaki Gunuung Gede, Jawa Barat, namun itu pengalaman yang sangat berharga dan indah. Cobalah!!! Namun kita harus tetap ingat untuk tidak melakukan hal-hal negatif selama pendakian, jangan sampai kita terbawa perasaan ditambah suasana yang memberikan kita kesempatan untuk melakukan apapun.

- Mendaki Bersama Keluarga

Hmm… Pendakian inilah yang memiliki tingkat kesenangan paling tinggi menurut saya. Sedikit berbeda dengan pendakian bersama pacar, pendakian ini lebih menyennagkan karena kita bisa lebih menikmati kesenangan dan membaginya dengan orang-orang yang paling kita saying dan cintai dan merupakan darah daging kita. Saya pernah melakukan ini bersama ibu dari anak-anak saya. Wah… sangat menyenangkan dan membanggakan. Saya bersyukur karena Tuhan memberikan kesempatan seperti ini. Walaupun hanya Gunung ungaran, Jawa Tengah, pendakian ini paling menyenangkan. Saya sangat menyarankan untuk mencobanya, mendaki bersama keluarga.

Comments

Popular posts from this blog

Vandalisme di Gunung Fuji Bertuliskan "Indonesia"

Vandalisme , sebuah aksi tak terpuji yang sering kita jumpai di tembok - tembok kota atau pinggir jalan bahkan juga mudah kita temui di gunung - gunung. Aksi tak terpuji tersebut kini membuat bangsa Indonesia pada umumnya dan  WNI  di Jepang malu. Mengapa?  Vandalisme itu menyasar di Gunung Fuji , gunung suci bagi masyarakat Jepang.

SAHABAT SEJATI, SAHABAT SAMPAI MATI (mereka yang tertidur dalam dekapan kabut gunung)

1.     Soe Hok Gie & Idhan Lubis (semeru 1969) Pada tanggal 12 Desember 1969, bersama ketujuh rekan pecinta alam lainnya berangkat dari Jakarta, untuk mencoba menaklukkan gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru di Jawa Timur. Secara kebetulan pula Soe Hok Gie akan berencana merayakan ulang tahunnya ke-27 yang jatuh pada 17 Desember 1969 kala itu. Pada tanggal 12 Desember 1969, bersama ketujuh rekan pecinta alam lainnya berangkat dari Jakarta, untuk mencoba menaklukkan gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru di Jawa Timur. Secara kebetulan pula Soe Hok Gie akan berencana merayakan ulang tahunnya ke-27 yang jatuh pada 17 Desember 1969 kala itu. Akhirnya 16 Desember 1969 Soe Hok Gie bersama ketujuh rekannya berhasil sampai di Mahameru, puncak Gunung Semeru. Artinya ia telah berhasil menaklukkan ganas dan terjalnya Gunung Semeru. Saat itu cuaca kurang bersahabat, dinginnya udara, terpaan angin, dan kadang diiringin dengan hujan lebat. Bersamaan ...

Goenoeng Lawoe (tempo dulu)

Goenoeng Lawoe atau gunung Lawu ejaan sekarang menurut EYD adalah gunung di wilayah dua propinsi, yakni propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Seperti yang kita tahu, gunung ada sejak jaman kita manusia sekarang belum lahir, begitu juga Lawu ada sejak tempo doeloe dan telah banyak mengalami perubahan. Ini untuk mengenang Lawu saat silam, dan tempat - tempat yang akrab bagi pendaki Lawu masa sekarang dan masa lalu.