Skip to main content

TIPS MENJADI PEMANDU GUNUNG

Pendakian gunung pada sekarang ini mulai banyak dijadikan kegiatan favorit. Menikmati pesona alam dan menghirup udara segar di tengah alam bebas akan membuat pikiran fresh dan nyaman kembali setelah rutinitas hidup sehari - hari.
Tips Menjadi Pemandu Gunung


Karena hal ini, banyak pendaki pemula tumbuh berkembang dalam kegiatan tersebut. Dan alangkah baknya apabila bagi pemula yang belum banyak memiliki pengalaman mendaki gunung, mengambil wisata ini dengan didampingi oleh tim ahli.
Dengan menggunakan jasa pemandu gunung, dapat meminimalisir terjadinya kemungkinan buruk yang tidak diinginkan sebab mereka sudah memiliki pengalaman dan teknik serta didukung dengan sejumlah alat pengaman yang mumpuni yang tentunya akan banyak membantu kenyamanan wisatawan.
Untuk kenyamanan dan kepercayaan para pengguna pemandu gunung, sebaiknya pemandu gunung juga memiliki etos kerja yang baik dan benar. Tips berikut ini semoga membantu.
Mempunyai Pengalaman Mendaki Gunung
Untuk menjadi seorang pemandu, Anda harus memiliki banyak pengalaman mendaki terlebih dahulu pada gunung yang akan dipilih sebagai lokasi dengan harus banyak mengenal segala hal mengenai gunung tersebut.
Seorang pemandu tak akan laku dipasaran atau tak akan dipilih oleh para pelancong andai mereka sendiri belum memiliki pengalaman yang mumpuni dalam mendaki.
Mengutamakan Keselamatan
Keselamatan harus menjadi acuan utama baik untuk diri sendiri atau rombongan. Pemandu bertindak sebagai pimpinan kelompok dimana harus selalu mengontrol keselamatan anggota sebelum, selama hingga selesai pendakian.
Anda harus tegas dalam menentukan sikap dan jangan mengambil resiko berbahaya dengan harus memperhatikan peraturan gunung yang akan dituju.
Peralatan Lengkap
Seorang pemandu wajib memiliki semua peralatan pendukung dalam pendakian gunung. Hal itu akan mempermudah dalam pekerjaan sekaligus mengontrol semua anggota rombongan.
Salah satu hal yang tak boleh dilewatkan adalah harus menyediakan alat kesehatan ada pada bawaan. Selain itu seorang pemandu juga harus dilengkapi dengan peralatan lain yang diperlukan untuk pendakian semacam kompas, tali, peta jalur pendakian, dan lain - lain.
Maka, alangkah lucunya jika seorang pemandu hanya memakai sandal jepit dan bercelana kolor pendek saat memandu pendakian gunung.
Ramah
Pemandu harus bisa membuat tamu nyaman yaitu dengan perilaku ramah dan bersahabat. Kepuasan dan kenyamanan salah satunya dapat dinilai dari keramahan Anda saat memandu pendakian serta harus mampu berkata cakap dengan bahasa yang baik ketika memberikan penjelasan saat memimpin perjalanan.
Sediakan Paket Pendakian
Tamu datang dari berbagai golongan, oleh karena itu sediakan beberapa paket pilihan untuk jasa Anda dimana Anda harus bisa menentukan fasilitas yang akan diberikan nantinya.
Promosi
Sediakan laman di website atau dunia media sosial tentang jasa Anda. Yang paling baik adalah dari mulut ke mulut. Dengan kemampuan dan pengalaman Anda menjadi pemandu pendakian dan konsumen puas, maka iklan gratis tersebut akan meluas jaringannya.

Comments

Popular posts from this blog

MEDINI (sepenggal surga yang tercecer di tanah Kendal)

Bagi sebagian besar pendaki gunung di daerah Semarang, ungaran dan Kendal, pasti tidak asing lagi dengan perkebunan teh Medini yang merupakan salah satu jalur pendakian ke gunung ungaran.  hamparan kebun teh luas yang menghijau dan segarnya udara pegunungan, sering kali menjadi daya tarik dan "klangenan" tersendiri bagi para pendaki. tidak mudah untuk mencapai lokasi, tapi cukup sebanding dengan apa yang akan kita dapatkan.  

Goenoeng Lawoe (tempo dulu)

Goenoeng Lawoe atau gunung Lawu ejaan sekarang menurut EYD adalah gunung di wilayah dua propinsi, yakni propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Seperti yang kita tahu, gunung ada sejak jaman kita manusia sekarang belum lahir, begitu juga Lawu ada sejak tempo doeloe dan telah banyak mengalami perubahan. Ini untuk mengenang Lawu saat silam, dan tempat - tempat yang akrab bagi pendaki Lawu masa sekarang dan masa lalu.

ANAK KRAKATAU

Kebangkitan roh Krakatau itu awalnya dilihat oleh sekelompok nelayan pada suatu sore, 29 Juni 1927. "Dengan suara bergemuruh, gelembung-gelembung gas yang sangat besar mendadak menyembul ke permukaan laut," tulis Simon Winchester (2003), menggambarkan kemunculan gunung baru dari bekas kaldera Krakatau, "Gelembung-gelembung itu meledak menjadi awan-awan yang menyemburkan abu dan gas belerang yang berbau busuk."