Skip to main content

Mendaki Gunung Sendirian Itu Keren

Suka mendaki gunung? tidak ada salahnya untuk mencoba mendaki gunung sendirian! Mengapa? Yang jelas sensasinya akan sangat berbeda dibandingkan mendaki gunung beramai - ramai. Mendaki gunung sendirian itu "sesuatu banget"! Apa alasannya?

Bisa Bebas Sebebas - Bebasnya!


www.belantaraindonesia.org

Mendaki gunung sendirian itu sensasinya memang luar biasa, Kamu bakal merasakan yang namanya bebas, benar - benar sebebas - bebasnya. Pengen bawa bekal semau kamu, atau sekedar jalan - jalan di hutan, tidur pulas seharian di tenda, terserah kamu!

Belajar Percaya Diri Dan Mandiri
Pas banget kalau kamu termasuk orang yang kurang percaya diri. Pasalnya, nekat buat pergi mendaki gunung sendirian itu bisa melatih rasa percaya diri kamu! Kamu bakal lebih berani dan pede buat ngomong sama orang yang mungkin baru kamu kenal.


Selain itu, sudah pasti kamu bakal ‘terpaksa’ mandiri. Kamu tak bisa dikit - dikit minta tolong ke orang lain atau bolak - balik nanya arah ke setiap orang yang kamu temui. Please! bawa peta, pakaiGPS, dan jangan lupa banyakin browsing.

Kesempatan Buat Memanjakan Diri

Kesibukan di sekolah atau tempat kerja mungkin bikin kamu lupa rasanya menyenangkan diri sendiri. Mendaki gunung sendirian jadi kesempatan kamu buat membayar lunas semuanya. Mau lihat apa, ngapain saja, ngecamp dimana, makan atau minum apa, pilih yang bikin kamu happy.

Menjadi Mudah Beradaptasi


www.belantaraindonesia.org

Mendaki gunung sendirian bikin kamu belajar biar cepat beradaptasi sama orang - orang baru dan lingkungan baru. Yang satu ini pastinya bakal bermanfaat banget buat keseharian kamu. Siapa tahu kamu tiba - tiba pengen resign dari tempat kerja atau bahkan pindah rumah.


Lebih Berani



Setiap manusia pasti punya rasa takut, apalagi kalau harus mendaki gunung sendirian. Bisa jadi kamu ketemu binatang buas atau pendaki jahil. Kalau kamu bisa mengatasi semua ketakutan itu dan keluar dari comfort zone, berarti kamu udah naik level.


Belajar Sabar


www.belantaraindonesia.org

Cobalah mendaki gunung sendirian  Pasalnya, banyak hal yang bisa bikin kamu naik darah selama perjalanan. Misalnya, pas ketemu pendaki rese atau gunung yang kamu akan daki ternyata lagi dilarang buat didaki kemudian tempat yang kamu kunjungi ternyata lagi crowded banget. Dijamin, kamu pulang dan berubah jadi super sabar.


Anti Ribet Masalah Jadwal 

Kalau mendaki gunung sendirian kamu nggak perlu menghabiskan waktu berdebat sama teman - teman kamu buat nentuin kapan atau mau mendaki gunung mana.

Pendaki Lain Jadi Lebih Peduli

Percaya kalau pendaki lain lebih peduli sama kamu ketika kamu mendaki sendirian? Ketika ketemu pendaki lain di tempat yang kamu kunjungi, biasanya mereka jadi lebih ramah, lebih informatif soal tempat - tempat buat mendirikan tenda atau lokasi menarik di gunung yang mungkin belum banyak orang tahu.



Lebih Mengenal Diri Sendiri

Mau tahu aslinya kamu kayak gimana. Cobain deh mendaki sendirian. Dijamin kamu bakal tahu dan sadar gimana sebenarnya sifat - sifat kamu. Kalau sudah gitu, kamu juga bisa berpikir dan merenung tentang mana sifat yang baik dan mana sifat buruk yang harus mulai dirubah.


Belajar Hal Baru
Salah satu yang paling menarik ketika mendaki gunung sendirian itu bisa belajar hal baru. Banyak hal unik di dunia ini yang mungkin belum pernah kamu lihat atau kamu temui. Yakin deh, dunia ini nggak sesempit rumah, sekolah, kantor, atau tempat kamu nongkrong.

Menghargai Hal Kecil 

Terbiasa cuek sama lingkungan sekitarmu? Mendaki gunung sendirian mungkin bisa merubah hal itu. Ketika sendiri kamu bakal punya lebih banyak waktu mengamati dan menikmati apa yang ada di sekitarmu. Ketika ada pendaki lain yang memberi bantuan, kamu bisa merasakan betapa banyak kebaikan di dunia ini.

Comments

Popular posts from this blog

MEDINI (sepenggal surga yang tercecer di tanah Kendal)

Bagi sebagian besar pendaki gunung di daerah Semarang, ungaran dan Kendal, pasti tidak asing lagi dengan perkebunan teh Medini yang merupakan salah satu jalur pendakian ke gunung ungaran.  hamparan kebun teh luas yang menghijau dan segarnya udara pegunungan, sering kali menjadi daya tarik dan "klangenan" tersendiri bagi para pendaki. tidak mudah untuk mencapai lokasi, tapi cukup sebanding dengan apa yang akan kita dapatkan.  

Goenoeng Lawoe (tempo dulu)

Goenoeng Lawoe atau gunung Lawu ejaan sekarang menurut EYD adalah gunung di wilayah dua propinsi, yakni propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Seperti yang kita tahu, gunung ada sejak jaman kita manusia sekarang belum lahir, begitu juga Lawu ada sejak tempo doeloe dan telah banyak mengalami perubahan. Ini untuk mengenang Lawu saat silam, dan tempat - tempat yang akrab bagi pendaki Lawu masa sekarang dan masa lalu.

ANAK KRAKATAU

Kebangkitan roh Krakatau itu awalnya dilihat oleh sekelompok nelayan pada suatu sore, 29 Juni 1927. "Dengan suara bergemuruh, gelembung-gelembung gas yang sangat besar mendadak menyembul ke permukaan laut," tulis Simon Winchester (2003), menggambarkan kemunculan gunung baru dari bekas kaldera Krakatau, "Gelembung-gelembung itu meledak menjadi awan-awan yang menyemburkan abu dan gas belerang yang berbau busuk."